e shtunë, 11 gusht 2007

Walter Benjamin (1892 – 1940)


Benjamin dilahirkan di Berlin, Jerman. Dia pada awalnya adalah sastrawan yang kritis terhadap kesusastraan. Benjamin menerima doktoralnya di Switzerland, setelah lulus dia sempat menjadi pengangguran untuk beberapa lama karena sulit mencari pekerjaan yang cocok, kemudian dia menjadi penerjemah, kritikus kesusastraan, penulis atau wartawan lepas untuk jurnal dan surat kabar, hingga dia berafiliasi dengan intelektual sayap kiri. Karena gerakannya itu dia dikejar-kejar oleh Nazi dan melarikan diri ke Paris, Perancis. Gaya pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Goethe, dan Marx.
Benjamin merupakan sosiolog mashab Frankfurt, dia juga djuluki sebagai NeoMarxist karena mengkritik dan merevisi filsafat Marx. Dia banyak memperkenalkan tentang konsep reproduksi seni dan kebudayaan masa. Menurut Benjamin seni dapat menjadi bagian dari kebudayaan masa, seni dapat menjadi suatu cara representasi, sebuah tanda, dimuati dengan makna ideologis, menggiring masa kepada tujuan tertentu. Hal inilah yang dimanfaatkan kapitalisme untuk mempropagandakan sesuatu yang semu dan remeh menjadi suatu yang laku menghasilkan modal.

Theodore Adorno (1903 – 1969)


Theodore Wiesengrund Adorno lahir di Frankfurt Jerman, namun hidupnya lebih banyak dihabiskan di Amerika Serikat, meskipun kemudian dia meninggal di Switzerland. Adorno banyak tertarik pada filsafat sosial, politik, musik, sosiologi dan teori kritisnya. Walter Benjamin menjadi referensi pemikirannya.
Adorno adalah tokoh sosiolog dari mashab Frankfurt, dia banyak mengkritisi mengenai kapitalisme. Dibidang seni perfilman, menurutnya format seni telah diperbudak oleh kapitalisme dengan mengesampingkan muatan seni yang serius dan hanya menginginkan target penjualan dan kepentingan kapitalisme lainnya seperti industri kultural. Seperti halnya tokoh mashab Frankfur lainnya, Adorno mengkritik modernisme namun dalam rangka melanjutkan proyek modernisme yang belum rampung. Diantaranya industri kultural tersebut adalah kebudayaan masa yang dicirikan denga cara pikir mekanistis, instrumental, yang fasis pencerahan semu kapitalisme. Kebudayaan industri merupakan dehumanisasi kebudayaan yang menghambat aspirasi dan kreatifitas individu oleh karena kekuasaan sang produser. Budaya diciptakan oleh sang produser untuk menipu masa agar menjadi konsumer atau pemakai dan ujungnya adalah perkembangan kapital.

Ferdinand Tönnies (1855 – 1936)


Tönnies dilahirkan di Frisia, Oldenswort, Jerman. Dia adalah anak dari suatu keluarga petani kaya. Tönnies berhenti mengajar di universitas Kiel pada tahun 1933 karena diusir oleh Nazi kaitanya dengan diterbitkannya tulisan-tulisan kritik terhadap resim tersebut. Tönnies banyak dipengaruhi oleh Thomas Hobbes dalam peta akademisnya.
Dia mengajurkan sosiologi untuk mengarah ke positivistik dengan penggunaan data statistik. Sumbangannya kepada sosiologi adalah tentang pengelompokan dalam masyarakat, dimana terdapat dua kelompok dalam masyarakat yaitu 1) gemeinschaft yang digambarkan dengan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan eksklusif, suatu keterikatan yang di bawa sejak lahir yang terbagi atas a) gemeinschaft by blood yang mengacu pada ikatan-ikatan kekerabatan, b) gemeinschaft by place yang mengacu pada kedekatan letak tempat tinggal, dan c) gemeinschaft by mind yang mengacu pada persamaan pikiran, dan keahlian. Sedangkan 2) gesellschaft adalah kehidupan publik dalam kebersamaan di masyarakat namun masing-masing tetap mandiri. Gemeinschaft lebih bersifat organik, tradisional, sedangkan gesellschaft lebih bersifat struktur mekanik modern.

Charles Horton Cooley (1864 – 1929)


C. H Cooley lahir di Michigan, Amerika Serikat, dia adalah anak seorang ahli hukum terkenal yaitu Thomas M. Cooley. Pada mulanya dia belajar teknik mesin elektro, kemudian dia juga belajar ekonomi. Setelah lulus akademis dia bekerja di pemerintahan seperti di departemen komisi pengawas, kemudian juga di kantor sensus. Pada tahun 1892 dia menjadi dosen ilmu ekonomi, politik, serta sosiologi di universitas Michigan. Pemikiran Cooley banyak dipengaruhi oleh George Herbert Mead dan Sigmund Frued.
Cooley tergolong dalam sosiolog interaksionisme simbolik klasik. Cooley memberiikan sumbangan kepada sosiologi tentang sosialisasi, dan interaksi. Menurut Cooley, diri (self) seseorang berkembang melalui interaksi dengan orang lain lewat analogi diri yang melihat cermin (looking glass self), yaitu diri seseorang memantulkan apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley juga memperkenalkan konsep primary group, yaitu kelompok yang ditandai oleh pergaulan dan kerja sama tatap muka yang intim.

e hënë, 23 korrik 2007

Martin Heidegger (1889 – 1976)


Heidegger lahir di desa Messkirch, Jerman. Pada tahun 1909 dia masuk masyarakat Jesuit untuk memperdalam ilmu agama. Heidegger tertarik ilmu agama, matematika, dan filsafat. Heidegger juga pernah masuk angkatan bersenjata Jerman hingga pangkat kopral. Pada tahun 1919 Heidegger memutuskan untuk pisah dari paham Katholik dogmatis. Pada tahun 1924 Heidegger berjumpa dengan Hannah Arendt seorang pemikir sosial juga, yang kemudian mereka menjalin cinta.
Seperti halnya Nietzsche, Heidegger adalah perintis kritik terhadap proyek modernitas yaitu postmodernisme. Namun berbeda dengan Nietzsche yang melakukan dekontruksi radikal terhadap oposisi biner dan membiarkannya tercerai berai dalam kondisi nihil, Heidegger lebih afirmatif dengan berusaha merekontruksi pasca dekontruksi. Dalam Being on Time Heidegger mengajak manusia lepas dari paham humanisme rasional modernitas, manusia tidak dapat lagi dianggap satu-satunya ukuran atau landasan dalam menentukan bentuk kehidupan. Ada semacam toleransi terhadap Yang Ada. Wawasan humanisme Heidegger bersifat terbuka dengan memberikan peluang besar bagi penafsiran (polysemi). Di zaman kontemporer ini eksistensi manusia tak lebih dari sebuah citraan belaka yang ironis dan hanya mengutamakan permaian bebas tanda dari pada kebenaran dan makna transenden. Manusia terperangkap dalam dunia umum keseharian common sense yang merupakan manipulasi image. Eksistensi manusia hakekatnya berakhir dalam kematian, namun setelah mati itu tetap ada eksistensi yaitu ada untuk Sang Lain. Ada hakekatnya eksist bukan sekedar present, sedangkan modernisme menghadirkan ada hanya sekedar citraan.

Friedrich Nietzsche (1844 – 1900)

Nietzsche lahir di desa Röcken, Jerman. Ayahnya adalah seorang pastor Lutheran, namun pada usia empat tahun ayahnya meninggal. Hanya dia yang laki-laki dalam keluarga besarnya yaitu ibu, nenek, beberapa bibi, dan seorang saudari. Nietzsche tercatat memiliki beberapa penyakit akibat gaya hidupnya seperti migren, mag dan sipilis. Filsafat Nietzsche banyak dipengaruhi oleh Richard Wagner.
Jika Comte dijuluki bapak sosiologi, Nietzsche adalah bapak postmodern, karena dialah bersama Heidegger yang pertama kali mengkritik modernisme. Konsep yang terkenal dari Nietzsche adalah will, tentang kehendak akan kekuasaan yang melatarbelakangi setiap wacana. Dalam Genealogy of Morals memaparkan ketidakmungkinan menyusun satu herarkhi nilai, karena sifatnya yang sangat relatif, sehingga tidak dapat dinilai baik buruknya, tanpa kita pernah curiga atau meragukan yang mengarah ke nihilisme, karena itu Nietzsche lebih memilih skeptis, antipondasi, anti ideologi, anti sosial lewat dekontruksi radikal dengan meolak setiap kategori, anarkis, anti kriteria, tidak ada yang dominan, tidak ada yang benar, tidak ada yang bermakna. Statement Nietzsche yang kontroversial adalah tentang Tuhan telah mati dan digantikan oleh manusia unggul (superman).

Michel Foucault (1926 – 1984)


Foucault lahir di kota Poitiers, Perancis, dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, adiknaya laki-laki sedangkan kakaknya perempuan. Orang tuanya berprofesi di bidang medis, begitu pula dengan kakeknya. Foucault banyak membaca tulisan-tulisan ahli filsafat Jerman seperti Heiddeger dan Nietzsche yang kemudian mempengaruhi pemikirannya. Foucault bersama Althusser juga mengelola sekolah dengan murid-murid yang memiliki kecerdasan tinggi, yaitu ENS (Ecole Normale Superieure). Akibat gaya hidupnya yang eksentrik, pada akhir hayatnya dia meninggal akibat AIDS.
Foucault adalah filsuf yang mendukung postrukturalisme sebagai di seberang jalan strukturalisme. Postrukturalisme yang inheren dengan postmodern berusaha membongkar setiap klaim oposisi biner, herarkhi, dan validitas kebenaran universal, namun justru merayakan permainan bebas tanda serta ketidakstabilan makna dan kategori intelektual. Menurut Foucault, kekuasaan kini telah tersegmentasi berasal dari daerah marginal dan bisa dilihat secara positif karena menghasilkan kesenangan dan kreatifitas, relasi kekuasaan itu lewat diskursus (wacana) dimana satu sama lain saling berkaitan dan menghasilkan pengetahuan baru. Konsep panoptikon adalah mekanisme yang didalamnya terdapat relasi orang yang menguasai dan yang dikuasai, menimbulkan kesadaran dikontrol secara terus menerus sebagai keberfungsian kekuasaan. Genealogi adalah model analisis wacana Foucault yang melihat relasi yang tak terpisahkan antara pengetahuan dan kekuasaan di dalam diskursus, sedangkan arkeologi adalah kategori epistemologi yang mempelajari tentang berbagai praktek diskursus beserta aturan-aturan main yang ada di baliknya.