e martë, 23 tetor 2007

Anthony Giddens (1938 - )



Anthony Giddens dilahirkan di Edmonton, London utara, Inggris. Ia memperoleh gelar BA dibidang sosiologi dan psikologi, namun gelar Phd nya di bidang ekonomi. Hingga saat ini ian menjadi profesor dan memberikan kuliah sosiologi dan ilmu pengetahuan politis di Cambridge dan Leicester University.
Topik utama pemikiran Giddens adalah tentang globalisasi, teori strukturasi, dan refleksitas. Refleksitas mengacu pada dugaan bahwa individu dan masyarakat digambarkan tidak hanya dengan sendirinya tetapi berhubungan satu sama lain yang secara terus menerus menggambarkan diri mereka lewat aksi reaksi dan informasi baru. Globalisasi menurut Giddens bukan sekedar perkiraan ekonomi belaka melainkan juga intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan tempat jauh dan lokal, peristiwa yang jauh menjadi peristiwa lokal. Sedangkan strukturasi bahwa dalam rangka memahami suatu masyarakat, tidak bisa dilihat semata-mata pada tindakan individu atau sifat alami struktur yang memelihara masyarakat, keduanya harus di uji. Karya Giddens yang terkenal adalah tentang run away world yang menjelaskan tentang bagaimana dunia kontemporer saat ini yang semakin berkembang menjadi tanpa batas. Begitu pula dengan McDonaldinasi yang menjelaskan bahwa dunia semakin homogen, terpusat, dan tiran meskipun tampak luarnya kelihatan heterogen, prural, dan demokratis

Edmund Husserl (1859 – 1938)



Husserl lahir di kota Prosnitz, Moravia, suatu bagian dari kerajaan Austria. Dia berasal dari keluarga Yahudi, ayahnya adalah seorang pedagang pakaian. Husserl tertarik belajar matematika, fisika, dan filsafat, lebih spesifik dia juga mempelajari ilmu perbintangan dan ilmu optik. Pada 1886 dia mempelajari psikologi dan banyak menulis tentang fenomenologi. Di akhir hayatnya dia meninggal akibat pneumonia.
Filsuf kelahiran Austria ini justru besar dan menjadi milik Jerman. Dia di anggap sebagai bapak pergerakan filsafat fenomenologi. Fenomenologi menghendaki ilmu pengetahuan secara sadar mengarahkan untuk memperhatikan contoh tertentu tanpa prasangka teoritis lewat pengalaman-pengalaman yang berbeda dan bukan lewat koleksi data yang besar untuk suatu teori umum di luar substansi sesungguhnya. Lewat fenomenologi, Husserl hakekatnya adalah kritikus yang interpreter dengan menguraikan suatu fenomena yang dihadapai. Ilmu pengetahuan bagi Husserl dapat mengantarkan pada pengalaman-pengalaman baru yang eksklusif tersendiri secara subjektif transendental. Fenomenologi Husserl berikutnya menjadi reverensi bagi fenomenologi Heidegger, Sartre, Gadamer, Levinas, maupun Derrida.

Umberto Eco (1932 - )



Eco lahir di pinggiran kota Turin, sebelah selatan Milan, Itali. Ayahnya adalah seorang akuntan dan juga veteran perang dan seikaligus tiga belas bersaudara. Saking banyaknya saudara, menurut kakek Eco, kata Eco berasal dari singkatan ex caelis oblatus, yang berarti ditelantarkan oleh lapisan-lapisan langit. Oleh ayahnya Eco dihimbau untuk jadi pengacara, namun dia lebih memilih filsafat dan kewartawanan. Foucault, Aquinas, dan Barthes banyak mempengaruhi pemikirannya.
Karena banyak berkecimpung dalam dunia tulis menulis, kewartawanan, dan kesusastraan Eco ahli dibidang semiotik, namun semiotika Eco adalah semiotika postruktural. Teori Eco yang mencengangkan adalah semiotika sebagai teori dusta dimana tanda (sign) semata alat untuk berdusta, maka setiap tanda selalu mengandung muatan dusta, karena itu maknapun (meaning) adalah dusta, si pengguna tanda adalah pendusta, dan setiap proses pertandaan (signification) adalah kedustaan, dan Eco sendiri menyebut dirinya pendusta, namun bukan berarti tidak ada kebenaran walaupun secuil. Realitas itu kemudian disebut Eco sebagai hipereality, Eco menggambarkan bahwa kode tidak harus rasional, normal, stabil, dan konvensional khas Saussurean, tetapi bisa irasional, abnormal, dan tak stabil.

Samuel P. Huntington (1927 - )



Samuel Huntington lahir di New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1946 memperoleh gelar BA dari Yale University, pada tahun 1948 memperoleh gelar MA dari Chicago University, dan Phd nya di dapat dari Harvard pada tahun 1951, yang kemudian dia menjadi profesor di universitas tersebut. Huntington memberikan sumbangsih terhadap pemerintahan gedung putih karena keahlianya dalam bidang strategi politik dan militer. Dia pernah menduduki beberapa posisi dalam bidang komisi pertahanan, pengetahuan politis, dan komisi pengawas dan intelegen pemerintah.
Huntington banyak menulis artikel dan buku yang secara prinsipil dapat dirangkum dalam tiga hal, yaitu tentang politik, strategi militer, dan hubungan antara sipil dan militer. Dia mengharapkan suatu strategi dan kebijaksanaan baru untuk keamanan Amerika yang tidak sekedar represif lewat persenjataan dan perang. Dia juga banyak menyoroti konstelasi politik negara berkembang, dunia ketiga, dan terbelakang mengenai politik otoriter, partisipasi politik, pengembangan pemahaman politik, demokrasi, serta pemisahan antara negara dan agama.

e shtunë, 11 gusht 2007

Herbert Marcuse (1898 – 1979)


Macuse lahir di Berlin, Jerman, namun di tahun 1934 dia telah pindah dan menetap di New York, Amerika Serikat dan menjadi ahli filsafat terkemuka Amerika. Dia adalah pengikut NoeMarxist. Reverensi pustakanya mulai Hegel hingga Frued.
Herbert Marcuse banyak menulis tentang ketidakpuasan terhadap teknologi dan masyarakat modern yang bersifat merusak. Banyak ilmuan sosial yang menggolongkan Marcuse adalah pendukung kelompok Frankfurt yang banyak mengkritik modernisme. Bagi Marcuse masyarakat industri membangun suatu peradaban yang memerlukan konsumsi dan produksi secara terus menerus terhadap barang-barang yang tak perlu. Teknologi juga turut andil dalam rusaknya ekologi bumi dengan eksploitasi besar-besaran terhadap alam. Marcuse juga membahas tentang revolusi seksual dimana sikap toleran terhadap kebirahian akan mendorong suatu kehidupan yang lebih memuaskan masyarakat tanpa agresi.

Max Horkheimer (1895 – 1973)


Horkheimer dilahirkan di kota Stuttgart, Jerman, berasal dari keluarga Yahudi. Pada awalnya dia tidak mengejar karir akademis dengan bekerja di pabrik milik ayahnya, namun setelah Perang Dunia I dia kuliah di universitas Munich untuk belajar filsafat dan psikologi. Disitu dia bertemu dan kemudian bersahabat dengan Adorno. Horkheimer adalah pendiri mashab Frankfurt dan teori kritis. Karena dikejar-kejar oleh Nazi dia pindah ke Switzerland dan kemudian menuju ke Amerika Serikat dan bergabung di Columbia university.
Seperti halnya kelompok Frankfurt lainnya Horkheimer mengkritik modernisme, kapitalisme, dan penceraham. Bagi Horkheimer abad pencerahan telah disimpangkan dalam diskursus kapitalisme, yaitu melalui komoditi dan komodifikasi seluruh aspek kehidupan termasuk kebudayaan dan seni. Masyarakat sebenarnya dibebaskan dari penjara mitos, legenda, tradisi namun sekaligus digiring ke dalam penjara komoditi. Masyarakat modern memiliki rasional dan wawasan progresif terhadap sains dan teknologi namun sekaligus terhisap oleh mekanisme kekuasaan baru, dominasi, totalitarian, represif, yaitu kekuasaan komoditi.

Jürgen Habermas (1929 - )


Habermas lahir di Düsseldorf, Jerman. Bapaknya adalah simpatisan pasif resim Nazi. Ketika umur 15 dia sudah menjadi pelayan Hitler terjun ke medan Perang Dunia I. Habermas banyak dipengaruhi oleh filsafat Heidegger. Ia juga belajar filsafat dan sosiologi dari Horkheimer dan Adorno. Tahun 1982 dia menjadi guru besar universitas Frankfurt. Habermas juga banyak merekontruksi paham materialisme Marx (NeoMarxist).
Para kelompok mashab Frankfurt banyak mengkritik modernitas, namun dalam rangka melanjutkan proyek modernitas yang belum rampung. Habermas banyak menawarkan tentang aspek yang bersifat membangun, emansipasi, pengembangan solusi dari suatu permasalahan lwat logika, alasan, konvensi, dan ketaatan yang tegas. Dalam teori tindakan kominikatif, dia berbicara tentang komunikasi yang ideal, berbicara mengenai perlunya konsensus universal, tanggung jawab dalam bertindak yang dilandasi oleh cara-cara yang dapat dijustifikasi secara normatif. Habermas menyelesaikan persoalan pluralitas dan keadilan dengan mencari konsensus bersama lewat dialog atau perdebatan rasional. Adil bagi Habermas adalah ruang publik yang membuka peluang semua elemen untuk berpartisipasi secara bebas dan setara dalam tujuan mencapai konsensus.