e shtunë, 30 qershor 2007

C. Wright Mills (1916 – 1962)


Charles Wright Mills kelahiran Waco, Texas, Amerika Serikat. Ia menerima Phd nya dari uneversitas Wisconsin. Tokoh-tokoh panutanya adalah Max Weber dan Karl Marx. Gaya intelektual Wright Mills adalah pragmatisme.
Wright Mills menghimbau sosiologi sebagai perpaduan psikologi sosial dengan strukturalisme konflik, karena grand theory naturalistik seperti fungsionalisme masih terlalu abstrak. Mills adalah sosiolog humanis yang evaluatif, karena dasar teoritiknya menggunakan interaksionisme Herbert Mead, namun dengan tambahan dimensi sejarah dan kesadaran akan pengaruh kekuasaan (konflik) terhadap struktur sosial. Bagi Mills, data-data empirisnya bisa berupa sumber-sumber biografis, catatan-catatan sejarah, surat-surat kabar, laporan jurnal, dan sebagainya. Karya Mills yang terkenal adalah “The power elite” yang mengetengahkan kekuatan tritunggal: bisnis raksasa, pemerintahan yang kuat, dan militer yang tangguh di Amerika.

Harold Garfinkel (1917 - )


Garfinkel adalah sosiolog yang dilahirkan di Newark, New Jersey, Amerika Serikat. Ia pernah bergabung dengan angkatan perang AS ketika perang dunia ke dua, namun kemudian dia mendapatkan Phd nya di Harvard pada tahun 1952.
Harold Garfinkel dapat dimasukkan pada sosiolog humanis seperti halnya Blumer yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan sebagai subyek. Namun Garfinkel lebih menekankan pada studi tentang etnometodologi, yaitu metode studi yang digunakan untuk menguraikan dan meneliti aktifitas mereka sendiri tanpa reduksi subyektif peneliti. Etnometodologi berusaha menemukan esensi pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, karena itu metode yang dipakai adalah partisipan observasi. Garfinkel justru menentang konsep dasar sosiologi mengenai keteraturan, karehna keteraturan tersebut melalui proses yang panjang multi kompleks yang justru tak teratur. Contohnya dalam percakapan, ada perbedaan antara apa yang benar-benar diucapkan dengan apa yang diperbincangkan.

Herbert Blumer (1900 – 1987)


Blumer dilahirkan di St Louis, Missouri, Amerika Serikat. Dia adalah tokoh mashab Chicago. Dia mengembangkan departemen sosiologi dari universitas California sampai Berkeley. Blumer banyak mengembangkan pemikiran-pemikiran George Herbert Mead.
Seperti halnya Mead, Blumer mewarisi tradisi psikologi dalam sosiologi, Blumer digolongkan tokoh interaksionisme simbolik modern. Tindakan-tindakan bersama yang mempu membentuk struktur atau lembaga itu disebabkan oleh interaksi simbolis, yang didalamnya mengandung makna, disampaikan lewat isyarat dan bahasa, berupa simbol-simbol yang berarti, memiliki makna yang disampaikan kepada pihak lain. Bagi Blumer manusia bertindak bukan hanya faktor eksternal (fungsionalisme struktural) dan internal (reduksionis psikologis) saja, namun individu juga mampu melakukan self indication atau memberi arti, menilai, memutuskan untuk bertindak berdasarkan referensi yang mengelilinginya itu. Pada dasarnya tindakan manusia itu terdiri dari pertimbangan atas berbagai hal. Metode empiris Blumer lewat pengamatan (inquiry), penjelajahan (exploration), dan pemeriksaan (inspection). Blumer menekankan pada aspek kemanusiaan (humanis) yang unik dan berbeda satu sama lain, memiliki cita, rasa, karsa, serta multi variat.

Ralf Dahrendorf (1929 - )


Dahrendorf lahir di Hamburg, Jerman. Ayahnya adalah politikus sosial demokrat. Seperti halnya ayah Dahrendorf, dia juga oposisi terhadap rezim Nazi. Selain sosiolog, karirnya lebih banyak dihabiskan pda organisasi politik, tercatat dia pernah duduk di parlemen, anggota partai sosial demokrat, komisi pengawas Eropa untuk perdagangan, ketika pndah ke Inggris dia juga menjadi pengawas pemilu, komisi pengawas UU, panitaia peninjau keuangan, dan sebagainya.
Dahrendorf banyak merevisi pemikiran-pemikiran Karl Marx, oleh karena itu dia dapat digolongkan tokoh fungsionalisme konflik modern. Jika Marx melihat perjuangan kelas dalam rangka merebut pemilikan sarana-sarana produksi, Dahrendorf melihat perjuangan kelas adalah pemilikan kekuasaan yang mencakup hak absah untuk menguasai orang lain, dan pengendalian kekuasaan. Di dalam masyarakat industri ditandai oleh perubahan-perubahan seperti: 1) dekomposisi modal, dimana modal tidak lagi monopoli seorang saja tetapi semua orang bisa memiliki saham, investasi terhadap korporasi, 2) dekomposisi tenaga kerja, dimana semakin banyaknya spesialisasi pekerjaan dan strata kaum pekerja, sehingga 3) timbulnya kelas menengah baru.

Robert K. Merton (1910 - )


Robert K. Merton lahir di Philadelphia, Amerika Serikat, dia memperoleh gelar doktoralnya dari universitas Harvard. Pemikirannya sangat dipengaruhi oleh pemikir seperti Pitirim Sorokin, dan Talcott Parsons.
Merton dapat digolongkan pada sosiolog beraliran fungsionalisme modern. Berbeda dengan tokoh fungsionalisme pendahulunya yang melihat kesatuan masyarakat yang fungsional secara universal dan indispensibility (mutlak tak terbantah), Merton lebih melihat adanya disfungsi, alternatif fungsional, konsekwensi keseimbangan fungsional, serta fungsi manifes dan laten. Merton menggerakkan kajian sosiologi menuju lebih pada perilaku individu yang unik dan abstrak, namun individu tersebut memiliki status dan peran yang membentuk struktur. Karena itu Merton juga melakukan studi tentang penyimpangan sosial yang berawal dari perilaku individu yang menyimpang kemudian disosialisasikan, ditiru, dan melembaga dalam komunitas. Konsep Merton yang terkenal juga tentang membership dan reference group, bahwa keanggotaan dalam suatu keomunitas bukan berarti seorang itu sejalan dengan komunitasnya, kadang mereka mengacu pada komunitas lain, bahkan reverensi mereka banyak.

e martë, 26 qershor 2007


e enjte, 21 qershor 2007

Saint Simon (1760 – 1825)



Saint Simon lahir di Paris Prancis pada daerah pinggiran yang miskin namun dari keluarga terkemuka. Sejak kecil sangat berambisi menjadi tentara, pada umur tujuh belas tahun sudah mengalami beberapa perang revolusi. Namun sejak 1802 dia mengambil karir baru sebagai penulis dan pembaharu, banyak esainya di tulis di brosur dan selebaran-selebaran.
Saint Simon adalah tokoh sosialisme industri modern dan sosiologi evolusioner. Dia menyarankan untuk menekan paham materialisme yang justru merugikan, dan menekankan pada kesatuan serta restorasi rohani. Bagi Saint Simon kemajuan ditentukan dari format peradaban yang stabil, program adalah dasar pemikiran yang membedakan, masing-masing format yang lebih tinggi adalah terdepan namun pada gilirannya juga akan menjadi usang oleh format baru. Saint Simon juga menciptakan ilmu sosial integratif yang memadukan ilmu sosial dan ilmu alam yang pada saatnya memunculkan positivistik buah tangan muridnya Auguste Comte. Visi masyarakat masa depan Saint Simon adalah masyarakat yang memiliki prestasi, produktif, dimana kemiskinan dan peperangan dihapuskan melalui industrialisasi dibawah bimbingan ilmiah, untuk itu diperlukan open class masyarakat, sistem kasta dan suku bangsa dihapuskan, serta penghargaan berdasarkan jasa.